Saturday, 15 February 2014

Aku hanya manusia biasa

Aku hanya manusia biasa... yang menginginkan kasih sayang dan ketenangan... Aku juga punya hati dan perasaan...Meski luaranku terlihat keras dan kaku.

Aku hanya manusia biasa... Aku juga punya masa silam... Sebahagian dariku menginginkan masa itu kembali..walau ku tahu Allah tak kan redha. Betapa degilnya diriku....

Aku hanya manusia biasa... Aku tak mampu menipu diriku... Jiwa ku meronta kesakitan...Berteriak memberontak... Sungguh aku perlukan seseorang... Meski ternyata jelas yang bagi orang beriman Allah sahaja sudah cukup.... Betapa lemahnya daku....

Aku hanya manusia biasa... Ingin sekali aku menceritakan segala-gala yang ku rasa,,, Memuntahkan semua isi hati ku... Ingin sekali aku..dipujuk, ditenangkan, dinasihati... Namun, bibirku terkunci rapat... Aku tak punya sesiapa...Aku tak mampu menuturkan hati ku... Aku tak mampu meluahkan...kerana rasa itu....tiada perkataan yang boleh ku gunakan...kerana diri ku senantiasa aku... sendiri dan hanya sendiri....

Aku hanya manusia biasa... Berperang dengan diri ku sendiri ternyata sukar..Umpama suara berbisik2 dalam hatiku... Mengapa harus aku begini? Mengapa aku tak jujur terhadap diriku sendiri? Aku menginginkan masa itu... Masa itu yang membuat ku tersenyum... Tidak seperti sekarang, air mata ku sering sekali jatuh... Mengapa harus bersedih bila kau tahu kau boleh bahagia?

Namun, hati kecil ku menjerit2...semua itu salah! Kebahagiaan itu palsu! Semua itu hanya sementara! Mengapa menginginkan masa silam yang penuh dengan kotoran maksiat? Mengapa rindukan saat bangga nya dirimu membuat kemungkaran atas bumi Allah.. Mengapa mahu kembali ke palitan lumpur keduniaan itu? Mengapa harus rindu saat ingkarnya dirimu terhadap tuntutan Allah dan Rasul-Nya? Mengapa? Apa yang kau banggakan?

Aku hanya manusia biasa... Pengembara jalanan bumi Allah... yang dihimpit dilema di persimpangan jalan. Kanan atau kiri?

Saturday, 8 February 2014

Perginya seorang murobbi

Akak.... terima kasih..jzkk akak.. Akak adalah antara orang pertama yang Allah hantar untuk sentuh hati saya.. Allah hantar orang sehebat akak untuk tarik saya yang memang dah lemas dalam lautan dunia... Untuk ingatkan saya yang saya ni siapa... waktu tu saya baru 19tahun. Akak buat saya tersedar yang dah 19 tahun saya hidup..apa yang saya dah buat selama ni. Saya ingat lagi kali pertama saya jumpa akak, waktu tu ada program kat rumah Ansar.. Waktu tu saya terfikir... Comel nya akak.. kecik je.. dengan tudung labuh nya...

Tapi, Allah bagi pinjam akak kat kitorang kejap je... hadirmu menyapa hati2 yang alpa. Sekian lama bertarung nyawa, akhir nya akak dijemput Allah. Akak, rehat lah sekarang... Akak dah pergi namun sentuhan akak masih berbekas... Jzkk akak...Allah sayang kat akak... Allah nak akak rehat... Rehat dari dunia sementara ni... Akak dah buat kerja akak..kitorang jadi saksi kak <3

Thursday, 30 January 2014

Saat ini

Saat ini syaitan sedang melaksanakan tugasnya. Memang betul kehadirannya terhijab dari pandangan mata kasarku, namun saat ini aku dapat merasa kehadirannya dekat di hatiku, membisikkan perasaan was was ke dalam hati ku.

Saat ini, dia hadir menakutkan ku dengan pelbagai benda yang mungkin terjadi sekiranya aku berubah... Dia takutkan aku dengan kata2 manusia, dengan andaian2 sumbang manusia, dengan kemungkinan kehilangan kawan2, serta kemungkinan untuk terus kehilangan cinta yang selama ini aku kejar...

Saat ini pelbagai saat jahiliyah ku dia titipkan dalam ingatan ku... Saat ini dia bermain dengan perasaan ku, menyebabkan aku terfikir, 'Layak ke aku nak pakai baju muslimah kalau perangai aku dulu macam tu' 'Macam mana nanti kalau orang lain tahu perangai dulu ku, kisah silam ku, mesti diorang akan cakap yang aku berselindung di balik tudung, aku hipokrit." Andai kata aku kekal dengan diriku yang kini, tiada siapa yang akan meletakkan expectations ke atas ku... Biarlah kejahatan ku terzahir dengan luaran ku... Itu kata hatiku saat ini....

Saat ini niatku cuba dipesongkan olehnya. Dari untuk mencari keredhaan Allah, dia munculkan imej2 orang yang akan gembira dengan perubahanku. Bukankah itu maksudnya aku mencari perhatian manusia. Justeru apa yang ku dapat? Hijrah kerana Allah dan Rasul @ Hijrah untuk manusia lain?

Licik sungguh permainan syaitan....

Monday, 27 January 2014

Hidayah

Allah...sungguh...kali ini aku ingin berubah... Berkali2 hidayah mu bertandang ke pintu hatiku...namun ku tak kisah.... berpuluh2 manusia yang kau hantar kepadaku...aku senang berdamping dengan mereka...namun...untuk menjadi seperti mereka aku sering mengatakan aku tidak bersedia. Apa lagi yang ku tunggu aku tak tahu... Apa kah aku masih menunggu mengharap jahiliyah ku yang meninggalkanku untuk kembali? Kau tarik jahiliyah ku dari diriku walau aku masih mendambakannya. Terima kasih Ya Allah... Ramai yang bermujahadah meninggalkan jahiliyah masing2..namun, kau terlalu baik kepadaku...terlalu sayang kepadaku...sehinggakan karat jahiliyah ku kau tarik dari diriku...dan aku yang bodoh masih berlari2 menggapai2 jahiliyah ku... mengejar jahiliyahku yang kian menjauh dariku yang kian benci padaku. Acap kali keinginan ku datang, kau timpakan berbagai-bagai halangan agar aku tak mampu kembali kepada jahiliyah ku. Apa lagi yang ku tunggu? Engkau telah membuka jalan untuk ku seluas2 nya... Engkau hadirkan begitu ramai pembimbing dalam hidupku...Engkau hadirkan berbagai2 halangan untuk ku menjadi diriku yang dulu.... Namun aku masih menunggu? Menunggu apa lagi duhai hati?? Aku berazam bila aku dah dapat duit nanti, akan ku gantikan semua tudung ku dengan tudung yang mengikut syariah-Mu Ya Allah... Aku tak ingin menunggu lagi...menunggu sesuatu yang aku sendiri tak pasti apa yang ku tunggu...Namun satu yang ku tahu, Janjimu itu sesuatu yang pasti... InsyaAllah...Janganlah Engkau palingkan hidayah ini Ya Allah... Tunggu Ya Allah... Tunggu...Aku xde duit nak berubah sekarang.... Jangan palingkan hati ku bila mana aku dah dapat duit... Tetapkan hatiku, Kuatkan azam ku, Biarlah hidayah mu mendampingiku....

Saturday, 25 January 2014

Allah... aku seorang pendosa

Ya ALLAH...sungguh... aku seorang pendosa.... Bukan niatku untuk mendedahkan aib diriku tapi jujur ku katakan...hati ku dah tak mampu menanggung beban dosa yang kian terkumpul dalam hati ku yang gelap ni. Seandainya dosa tu berbau.... Aku mungkin antara yang terbusuk sekali.... Aku menulis lahir dari hati...dan diharapkan andai ku bakal kembali ke jahiliyahku, penulisan ku ini mampu mengingatkan aku kembali bahawa aku pernah menemui pintu hidayahmu

Aku tak mampu merenung muka ayah ibuku... Mak ayah... sungguh, anakmu ini tak sebaik yang disangka.... Ingin sekali aku ungkapkan kata maaf dari bibirku namun untuk mengungkapkan satu persatu dosa-dosaku...aku tak sanggup... Mata-mata tersebut yang merenung aku dengan penuh kasih sayang saban hari bakal berkaca dengan airmata kekesalan seandainya mereka sedar betapa jahat nya anak ini. Bukan aku sengaja menjauhkan diri dari kalian...bukan aku sengaja merahsiakan macam2 benda dari kalian...tapi aku dihantui perasaan bersalah... 

Orang tua-tua kata...dalam adik beradik mesti ada seorang yang jahat. Hatiku pedih untuk mengaku yang aku adalah orang itu dalam keluarga kita, memang aku... Hati ku tak semulia kakak dan aku tak sepatuh adik. Aku hanyalah anak yang paling menyusahkan yang mencemarkan nama baik dengan perangai ku yang teruk.

Allah mungkin nak uji aku dengan segala kebaikan dan nikmat yang Dia dah bagi selama ni... tapi Allah, aku mengaku aku sombong...aku jarang meminta padamu, aku jarang meletakkan pergantungan pada dirimu walau bibirku menuturkan bismillahitawakaltualallah... Tapi...hanya satu pintaku... Lindungilah aibku dan aib keluargaku...selamatkan kami dari fitnah dunia...aku tak sanggup mengecewakan ayah dan mak, Aku menjadi saksi betapa mereka bekerja keras untuk kami adik beradik. Aku menjadi saksi bagaimana ayah dan ibuku berusaha melengkapkan kami dengan ilmu akademik dan ilmu agama...aku menjadi saksi bagaimana ayah dan ibuku tak pernah jemu mengajak aku mengenali-Mu dengan lebih dekat...aku menjadi saksi bagaimana ayah dan ibuku mengajarku beribadat- mngajarku solat, puasa, mengaji...Aku menjadi saksi bagaimana mereka menekankan maksud ikhlas dan tanpa mengharapkan ganjaran.... 

Allah...aku saksi segala-galanya... Yang jahatnya aku.. Yang ingkar perintahMu itu aku... Jangan tarik ayah dan ibuku seandainya dosa ku terlalu berat.. Aku sedar hakikat diri ini yang mungkin tak layak untuk melihat Syurga-Mu...tapi aku mohon.. jangan tarik ibu ayah ku kerana sikap ku... Yang jahat itu aku... dan aku ingin bertaubat kepadaMu... Tolong bagi aku peluang...

Friday, 24 January 2014

2 miserable weeks

For these past 2 weeks, there must be something written on my forehead...something like..

'Hey there, problems! Let's be friend!'

I'm so tired and extremely exhausted mentally,,,,
A lot of things happened that I feel like running away from everything... I just couldn't take it anymore but Allah keep on giving me trials the more I ask not to...

I was supposed to go back on monday but I changed my ticket last night. A crazy thing to do.. Today I skipped my class again,. I'm just too tired...

My gloomy day started last Wednesday, Nothing goes well after that. Last wed, we got our form sent to uni by my sponsor. But the thing is, my dad already downloaded everything from the website and posted it to my house in kl. Since it is stated that we must use the one that they send to uni, my dad has to do it all over again which makes me feel extremely guilty. The stamp is not cheap, it is rm10 for one form and thinking that my dad spent rm60 just for that stupid form makes me feel extremely sad. To make thing worse, I got a notice from post office that the doc that my dad sent to me was not able to be delivered and I have to go all the way to cheras which is super troublesome with all the public transports and my pack schedule.

Our community project got problem as well. Of all the sudden, after all the preparations and all the proposal that we did, they called and said that they cant accept guest until March. The problem is March is our deadline and again, we have to back to square one and think of other things that we can do for our community project.

The problem doesn't stop there. My clinical exam was terrible. Nothing to describe, just terrible.

Now that we have a new roommate, my other housemates suddenly brought up the issue of our rent. Guys, what's wrong with you? You guys knew so well that we are crushed with a lot of problems right now and we don't have money like you do. we don't go shopping every weekend like you do and we cant eat well because we don't have money. Sometimes, we don't have rice for a few days and we have to substitute our food for something else which is way cheaper. Yet, you guys still want us to pay more. The worse thing is that the one that brought up the issue is the same person that reserve a room for herself before we even step into the house and the same person that raise our rent last few months. What is wrong with you????

Just when I thought that I could enjoy myself at a homestay, the homestay is cancelled due to miscommunication with our seniors. I felt so sad and depressed. nothing goes well. I changed my ticket and just when I thought that I could go home, forget everything, and study, something bad happen again. i lost my phone. Why did u steal my phone? Handphone buruk kot. No camera, no wifi, no android whatsoever... you just make a stupid decision and now I'm the one that has to face the aftereffect. I don't have money to buy a new phone!!!!!!!!!!!!!!!! U won't understand how much I starve and now you're increasing my burden. Damn fool